Dalam kecerian ini
dan semangat untuk menebarkan kebaikan ke mana aja dan ke siapa aja, ada
bayangan hitam yang masih menghantuiku. Aku masih takut untuk mengenangnya, dan
sakit di dada ini yang teramat sangat ke tika ku menahannya. Apa yang harus ku
lakukan? Tak banyak orang yang tahu tentang bayangan hitam yang terdapat di
hatiku yang selalu menjadi momok menakutkan dalam hidupku. Bagaimana tidak,
semua impian, harapan dan keluargaku bisa ikut hancur dibuatnya. Ya Allah! Aku
tidak mau kalau semua ini akan di akhiri oleh bayangan hitam ini, aku ingin
seperti orang lain bisa hidup tenang dan tentram tanpa di hantui oleh bayangan
hitam.
Aku tidak tahu
pasti, kapan bayangan hitam ini muncul dalam kehidupanku. Yang ku tahu pasti,
ketika aku duduk di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) aku merasakannya di
sisiku. Sering kali bayangan ini membisikkanku untuk melakukan kemungkaran dan
terkadang dia berhasil mengambil alih tunbuh ini dan melakukan sesuatu yang dia
sukai walau hati ini mengingkarinya dan menangis karenanya, tapi apalah yang
bisa ku lakukan kalau dia telah datang dan membuat duniaku menjadi gelap
karenanya.
Aku terkadang merasa
hidupku bagaikan sebuah bayang-bayang, karena selalu menutupi sisi hitam dalam
hidupku dan berharap tidak ada orang yang mengetahuinya dan yang mengetahuinya
moga cepat melupakannya. Sampai kapankah aku bisa bertahan dalam bayang-bayang
kelam ini, berusaha menutup celah agar bayangan hitam ini tidak merembet keluar
dan mengasai tubuh ini lagi seperti waktu dahulu.
Sampai sekarang aku
masih merasa bersalah dengan kepergiannya temanku. Aku yang telah memulainya
dan aku belum bisa mengakhiri kegilaan ini untuknya sampai dia telah pergi
dariku untuk selama lamanya. Sekarang ku karantina diriku dan berharap semua
usahaku ini tidaklah menjadi sia-sia dan membuahkan hasil yang manis setelah
semua kegelisahan dan kegundahan yang merajai hati dan fikiran ini. Pernah aku
berfikir untuk menghilang saja dari kehidupan keluarga dan kerabatku, karena
inilah yang terbaik untuk mereka kalau ternyata aku kalah dalam pertarungan
ini.
Abang-abangku dan
seorang pamanku telah melihat bayangan hitam itu, sisi gelap dari diriku.
Mereka sepertinya sangat terkejut dan seolah tidak percaya. Tapi inilah
kenyataan yang sedang ku alami sekarang ini, problem yang lebih besar dari pada
yang pernah mereka alami. Bereka bersikeras untuk menjagaku dan memantau
perkembanganku, bila mana bayangan hitam ini muncul. Mereka sangat keras
terhadapku dan tidak mau ampun untuk itu. Itu semua sih wajar saja, karena
mereka semua adalah keluargaku yang menyayangiku. Sepertinya merka juga merasa
mersalah sih kedapa aku sampai seperti ini, mereka lalai dalam menjagaku
dahulu. Tapi penyesalan tidaklah berguna, yang terpenting bagaimana aku ke
depan nanti. Lelah juga sih main kucing-kucingan dengan semua ini. Ingin saja
aku bunuh kucingnya, hehe…
Inilah termasuk yang
aku benci dalam hidupku, warna hitam yang pekat ada pada diriku. Kehidupan ini
memang tidak bisa tertebak kawan. Siapa sih yang mau dalam posisi ini? Tapi
semua ini harus ku jalani dan harus segera ku akhiri. Semoga aku kuat Ya Allah!
Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar