Minggu, 26 April 2015

Bayangan

Dalam kecerian ini dan semangat untuk menebarkan kebaikan ke mana aja dan ke siapa aja, ada bayangan hitam yang masih menghantuiku. Aku masih takut untuk mengenangnya, dan sakit di dada ini yang teramat sangat ke tika ku menahannya. Apa yang harus ku lakukan? Tak banyak orang yang tahu tentang bayangan hitam yang terdapat di hatiku yang selalu menjadi momok menakutkan dalam hidupku. Bagaimana tidak, semua impian, harapan dan keluargaku bisa ikut hancur dibuatnya. Ya Allah! Aku tidak mau kalau semua ini akan di akhiri oleh bayangan hitam ini, aku ingin seperti orang lain bisa hidup tenang dan tentram tanpa di hantui oleh bayangan hitam.

Aku tidak tahu pasti, kapan bayangan hitam ini muncul dalam kehidupanku. Yang ku tahu pasti, ketika aku duduk di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) aku merasakannya di sisiku. Sering kali bayangan ini membisikkanku untuk melakukan kemungkaran dan terkadang dia berhasil mengambil alih tunbuh ini dan melakukan sesuatu yang dia sukai walau hati ini mengingkarinya dan menangis karenanya, tapi apalah yang bisa ku lakukan kalau dia telah datang dan membuat duniaku menjadi gelap karenanya.

Aku terkadang merasa hidupku bagaikan sebuah bayang-bayang, karena selalu menutupi sisi hitam dalam hidupku dan berharap tidak ada orang yang mengetahuinya dan yang mengetahuinya moga cepat melupakannya. Sampai kapankah aku bisa bertahan dalam bayang-bayang kelam ini, berusaha menutup celah agar bayangan hitam ini tidak merembet keluar dan mengasai tubuh ini lagi seperti waktu dahulu.

Sampai sekarang aku masih merasa bersalah dengan kepergiannya temanku. Aku yang telah memulainya dan aku belum bisa mengakhiri kegilaan ini untuknya sampai dia telah pergi dariku untuk selama lamanya. Sekarang ku karantina diriku dan berharap semua usahaku ini tidaklah menjadi sia-sia dan membuahkan hasil yang manis setelah semua kegelisahan dan kegundahan yang merajai hati dan fikiran ini. Pernah aku berfikir untuk menghilang saja dari kehidupan keluarga dan kerabatku, karena inilah yang terbaik untuk mereka kalau ternyata aku kalah dalam pertarungan ini.

Abang-abangku dan seorang pamanku telah melihat bayangan hitam itu, sisi gelap dari diriku. Mereka sepertinya sangat terkejut dan seolah tidak percaya. Tapi inilah kenyataan yang sedang ku alami sekarang ini, problem yang lebih besar dari pada yang pernah mereka alami. Bereka bersikeras untuk menjagaku dan memantau perkembanganku, bila mana bayangan hitam ini muncul. Mereka sangat keras terhadapku dan tidak mau ampun untuk itu. Itu semua sih wajar saja, karena mereka semua adalah keluargaku yang menyayangiku. Sepertinya merka juga merasa mersalah sih kedapa aku sampai seperti ini, mereka lalai dalam menjagaku dahulu. Tapi penyesalan tidaklah berguna, yang terpenting bagaimana aku ke depan nanti. Lelah juga sih main kucing-kucingan dengan semua ini. Ingin saja aku bunuh kucingnya, hehe…


Inilah termasuk yang aku benci dalam hidupku, warna hitam yang pekat ada pada diriku. Kehidupan ini memang tidak bisa tertebak kawan. Siapa sih yang mau dalam posisi ini? Tapi semua ini harus ku jalani dan harus segera ku akhiri. Semoga aku kuat Ya Allah! Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar